KOTA BATAM

Monumen WTB

Mendapat kesempatan untuk Bekerja di Batam selama satu tahun, membuat saya dapat belajar mengenai Kota Batam mulai dari karakteristik masyarakat di Batam, rumor mengenai banyaknya barang bekas dari negara-negara tetangga dan gaya hidup warga Batam yang berdampingan dengan negara tetangga yaitu Singapura, serta menikmati keindahan Kota Batam yang merupakan wilayah Kepulauan tercantik di Kepulauan Riau.

Hal pertama yang akan saya ceritakan adalah mengenai transportasi yang dapat digunakan untuk menuju kota Batam dari berbagai daerah di Indonesia. Saat ini hanya ada dua moda transportasi yang tersedia untuk masyarakat luar Batam yang ingin berkunjung ke Kota Batam, yang pertama adalah melalui Udara dan yang kedua melalui laut. Untuk moda transportasi udara, cukup banyak maskapai yang memiliki rute menuju Batam, namun jumlah penerbangan menuju dan dari Batam masih sedikit berkisar 1-3x perjalanan dari setiap maskapai setiap harinya. Beberapa maskapai yang melayani rute domestik menuju Batam adalah Lion Air, Wings Air, Batik Air, Sriwijaya Air, CitiLink  dan Garuda Indonesia. Untuk penerbangan Internasional adalah Malindo Air yaitu dari Malaysia. Nah, untuk harga tiket pesawat menuju Batam dari Jawa berkisar di Rp. 900.000-1.300.000,- untuk tiket harga normal, sedangkan jika pada musim liburan dan tanggal tertentu bisa mencapai Rp 1.100.000-1.500.000,-.

Yang cukup bangga dengan Batam adalah, Batam memiliki 5 Pelabuhan Internasional untuk mempecepat akses pertumbuhan ekonomi dan memudahkan akses masyarakat yang akan datang dan keluar Batam. Untuk Pelabuhan Logistik Internasional dari Singapura dan Malaysia bisa melalui Pelabuhan Sekupang, Batu Ampar dan Kabil. Sedangkan untuk Pelabuhan Penumpang terdapat di Batam Centre, Harbour Bay, Nongsa, Waterfront, Sekupang dan Telaga Punggur. Untuk moda transportasi laut ini, bisa menggunakan Kapal Ferry / Roro. Untuk tarif untuk penyebrangan domestik dari Sumatera dan Pulau sekitar di Batam berkisar Rp 60.000-150.000,- (sekali jalan) per-orang, sedangkan untuk rute Internasional menuju Singapura atau Malaysia berkisar Rp 150.000-300.000,- (sekali jalan) per-orang

Batam merupakan kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari Pulau Batam, Pulau Rempang dan Pulau Galang dan pulau-pulau kecil lainnya di Kawasan selat Singapura dan Malaka. Ikon wisata Kota Batam adalah Jembatan Barelang, yaitu jembatan yang merupakan singkatan dari ketiga nama pulau tersebut diatas. Jembatan ini akan sangat ramai pada hari libur dan akhir pekan, dikarenakan banyak warga Kepulauan Riau maupun Turis yang akan berkunjung untuk ber swafoto dan menikmati matahari terbenam dari pantai-pantai disekitar jembatan. Jembatan Barelang sendiri terdiri dari 6 Jembatan yang menghubungan pulau-pulau di Batam, yaitu Jembatan Tengku Fisabilillah (Jembatan I), Jembatan Nara Singa (Jembatan II), Jembatan Raja Ali Haji (Jembatan III), Jembatan Sultan Zainal Abidin (Jembatan IV), lalu Jembatan Tuanku Tambusai (Jembatan V) dan yang terakhir Jembatan Raja Kecik (Jembatan VI)

Mungkin banyak orang yang mengenal Batam identik dengan Bapak BJ Habibie, mengapa demikian? Untuk pembahasan lebih detailnya akan saya jelaskan di Post selanjutnya

Terima Kasih

Semangat berkarya

Tinggalkan komentar