Jika kita mendengar nama makanan Kerak Telor, akan teringat makanan khas Betawi atau yang banyak dijual di Jakarta adalah olahan beras ketan, telor ayam atau bebek, ebi, dan bumbu-bumbu yang telah diracik dan dibakar di tungku diatas arang. Pedagang kerak telor ini biasanya keliling ibu kota menggunakan rombong yang di angkut dengan bahu sambil berjalan keliling atau berhenti di pinggir jalan sembari menunggu pembeli datang.

Nah sedangkan jika kita berada di Batam, kerak telor sangat berbeda bentuknya. Untuk di Batam, saat ini sedang tren jajanan ‘kerak telor’ ini, sehingga banyak pedagang yang menjualnya dipusat keramaian, pasar sore, alun-alun dan sekolahan. Kerak telor ini adalah sajian makanan ringan berupa telor ayam yang di kocok dengan gelas berukuran besar, ditambahkan garam, kaldu, daun bawang, sosis, dan berbagai macam varian isi beserta topping saus, mayonnaise, sambal, kecap, bawang goreng dan berbagai topping yang disediakan oleh penjual. Dari olahan yang telah dicampur dan diaduk rata, kemudian bahan tersebut akan di goreng dicetakan bulat berbentuk seperti Takoyaki, berbentuk bulat dan mengembang. Setelah matang, olahan tadi akan dibungkus menggunakan steroform dan dilumuri topping yang disediakan sesuai keinginan konsumen. Umumnya pembeli jajanan ini adalah anak muda milenial yang sedang mencari cemilan di sore dan di malam hari ketika sedang berkumpul Bersama teman.

Dari hasil percobaan pembelian diberbagai daerah yang ada di Batam, mayoritas harga sama rata yaitu Rp 10.000,- perporsi. Untuk varian isi dan topping juga relatif sama. Sehingga, jika kita ingin mencoba atau membeli kerak telor ini tidak ada patokan tempat yang berbeda signifikan. Jika kita bisa lebih inovatif dan kreatif, untuk proyeksi bisnis ke depan kita dapat melakukan suatu gebrakan yang berbeda seperti lumer keju, isian jamur / udang, topping sambal dengan tingkatan level pedas yang berbeda, atau varian jenis bumbu yang baru
Semoga inovasi jajanan ringan di Batam bisa terus berkembang dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang bergantung pada sector pedagang kecil ini.